Minggu, 31 Mei 2020

Jawaban Tugas LKS

Uji Kompetensi Bab 7
1. A
2. B
3. E
4. B
5. C
6. D
7. C
8. D
9. E
10. A
11. E
12. C
13. B
14. E
15. E

Uji Kompetensi Bab 8
1. B
2. B
3. B
4. C
5. E
6. C
7. C
8. B
9. D
10. B
11. D
12. D
13. E
14. A
15. D

Nama : Athiyya Dinda T
Kelas  : XI MIPA 1

Minggu, 12 April 2020

Menanam Tanaman Dapur Hidup

Kebanyakan dari kita hanya mencari cara mudah untuk mendapat bahan - bahan masakan dengan cara membelinya dari tukang sayur atau dari pasar. Namun kita bisa juga mendapatkan beberapa bahan - bahan tersebut tanpa harus keluar rumah, yaitu dengan cara menanam tanaman dapur.



Alat dan Bahan :
  • Daun bawang atau seledri
  • Pot kecil 2 buah
  • Sekop kecil
  • Tanah secukupnya
  • Gelas dan air


Cara Membuat :
1. Potong daun bawang atau seledri. Sisakan pangkal nya sekitar 5cm untuk di tanam.



2. Masukkan pangkal daun bawang atau seledri ke gelas berisi air sekitar 30ml, agar tanaman tetap segar dan tidak busuk.


3. Masukkan tanah secukupnya kedalam pot yang sudah disediakan.


4. Masukkan daun bawang atau seledri ke dalam tanah, pastikan akarnya tertutupi oleh tanah.


5. Taruh pot di tempat yang disinari matahari, jangan lupa siram setiap hari.


Semoga bermanfaat :)

*****

By : Athiyya Dinda. T

Jumat, 03 April 2020

Cara Membuat Hand Sanitizer Daun Sirih


Semoga bermanfaat :)

******
By : Athiyya Dinda. T

Analisis Contoh Resensi


Perhatikan resensi berikut!
Kisah Jurnalis di Balik Berita
Judul : Jurnalis Berkisah
Penulis : Yus Aryanto
Penerbit : Metagraf
Tahun : 2012
Tebal :227 halaman
Harga : Rp. 47.000

Wartawan adalah profesi yang memiliki risiko tinggi. Intimidasi serta ancaman kekerasan adalah hal yang mengintipnya setiap saat. Hanya idealisme dan keterpanggilan yang membuat seorang juru berita bertahan dengan profesi itu. Menjabarkan semua itu dalam sebuah manuskrip yang teoritis hanya akan menghasilkan sebuah pemahaman yang kering. Berbeda jika hal itu dideskripsikan ataupun dituturkan si juru berita.

Itulah yang membuat buku ini menarik disimak sebagai sebuah teks yang menggambarkan mozaik kecil jagat jurnalistik, khususnya di Indonesia. Dari sini pembaca tidak hanya mencerap ikhwal kerja jurnalistik, melainkan juga berbagai dinamika yang terjadi di dalamnya.
Buku yang menceritakan kembali pengalaman para wartawan memang bukan barang baru. Seperti dikutip dalam pengantar buku ini, pernah terbit buku Jagat Wartawan Indonesia yang ditulis oleh Soebagijo IN di tahun 1980-an. Pernah juga terbit Pistol dan Pembalut Wanita yang merupakan antologi pengalaman wartawan media cetak yang bertugas di Bandung di tahun 2007.

Namun yang membedakan Jurnalis Berkisah dengan buku-buku tersebut ialah disertakannya satu ataupun dua "kasus", berkenaan dengan profesi yang mereka jalani, inilah yang membuat cerita mengenai para wartawan ini semakin bemas. Misalnya saja Mauluddin Anwar yang terbang ke Lebanon untuk meliputi perang yang terjadi di Beirut. Petikan kisah mereka saat berada di medan pertempuran akan menjadi hal menarik tersendiri bagi pembaca.

Memakai sudut pandang para wartawan dari berbagai jenis media, buku ini bagaikan sebuah representasi dunia media. Lihat saja, di dalamnya ada penuturan Najwa Shihab yang mewakili televisi berita, Telni Rusmitantri yang bergelut di tabloid hiburan, Tosca Santoso yang malang melintang di jurnalisme radio, Erwin Arnada yang pernah memimpin Playboy Indonesia, ataupun Linda Christanty yang membangun sindikasi Aceh News Service.
Satu hal yang mengikat kesepuluh jurnalis dalam buku ini, yakni kesetiaan pada profesi dan kebenaran. Memang ada petikan kisah-kisah heroik dari para wartawan tersebut. Namun itu bukan titik sentral, namun sebagai pintu masuk pada persoalan yang lebih besar.

Memang, juru berita adalah manusia biasa. Mereka memiliki ketakutan, mereka sempat gentar, pernah terpojokkan. Sebut saja kutipan kisah Linda Christanty yang sempat merasa ragu ketika mendapat tawaran untuk tinggal di Aceh. Memang, Aceh sebagai medan konflik bukanlah tempat yang dimimpikan banyak orang. Tapi toh semua itu ditepisnya. Kepedulianlah yang membawanya terbang ke Aceh.

Benar saja, ketika tiba di Serambi Mekkah, banyak hal yang dapat dilakukan oleh Linda. Memberikan penyadaran melalui berbagai medium adalah hal yang diupayakannya. Termasuk memberdayakan banyak orang muda untuk berbuat lebih banyak bagi Aceh lewat dunia jurnalistik.
Lewat buku ini pembaca tidak hanya akan menjumpai romantisme dunia jurnalistik, melainkan kompleksnya dunia jurnalistik terutama ketika ia berbenturan dengan berbagai kepentingan. Di sini neralitas dan keberpihakan harus mencari bentuknya kembali.

Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan resensi tersebut!

1. Tunjukkan bagian dari resensi yang mengulas kelebihan buku!

 Kelebihan nya terdapat pada kalimat "Itulah yang membuat buku ini menarik disimak sebagai sebuah teks yang menggambarkan mozaik kecil jagat jurnalistik, khususnya di Indonesia. Dari sini pembaca tidak hanya mencerap ikhwal kerja jurnalistik, melainkan juga berbagai dinamika yang terjadi di dalamnya."

2. Tunjukkan bagian dari resensi yang mengulas kekurangan buku!

Kekurangan buku tersebut terdapat pada kalimat "Menjabarkan semua itu dalam sebuah manuskrip yang teoritis hanya akan menghasilkan sebuah pemahaman yang kering. Berbeda jika hal itu dideskripsikan ataupun dituturkan si juru berita."

3. Tunjukkan bagian yang mengulas mengenai identitas buku ! 

Identitas buku tersebut, yaitu :

Judul : Jurnalis Berkisah
Penulis : Yus Aryanto
Penerbit : Metagraf
Tahun : 2012
Tebal :227 halaman
Harga : Rp. 47.000

4. Menurut anda, sebagai remaja sekaligus pelajar, layakkah buku tersebut dibaca? Berikan alasan anda!

Menurut saya sebagai seorang pelajar, ya buku ini layak untuk dibaca. Sebab buku ini memperkenalkan para pembaca mengenai dunia jurnalis sehingga para pembaca dapat mengetahui isinya serta ilmu yang di dapat hingga bermanfaat untuk masa depan.

5. Tunjukkan kelebihan tulisan pengarang dari resensi tersebut!

 Kelebihannya yaitu menggunakan bahasa yang baku serta menggunakan sudut pandang seorang jurnalis.


Minggu, 22 Maret 2020

Identifikasi Resensi

A. Definisi
  • Secara Umum
 Resensi berasal dari bahasa Belanda resentie dan bahasa Latin resencio yange memiliki arti mengulas kembali. Resensi adalah suatu penilaian terhadap suatu karya, karya yang dinilai dapat berupa buku maupun film dan drama.

  • Menurut Para Ahli
1. Menurut WJS. Poerwadarminta (2003), resensi secara bahasa adalah pertimbangan atau berbincangan yang menilai kelebihan atau kekurangan sebuah buku

2. Menurut Panuti Sudjiman (1984), resensi adalah hasil pembahasan dan penilaian yang pendek tentang sebuah karya tulis.

3. Menurut Saryono (1997), resensi adalah esai yang berisikan laporan, ulasan dan pertimbangan baik-buruknya, kuat-lemahnya, bermanfaat atau tidaknya, benar-salahnya dan argumentatif atau tidak nya sebuah buku. Esai ini didukung dengan ilustrasi buku yang di resensi, baik berupa foto buku atau fotokopi sampul.

B. Tujuan

Berikut adalah tujuan resensi buku ditinjau dari kepentingan pembaca :

1. Resensi buku bertujuan untuk memberikan pertimbangan pada pembaca, mengenai apakah sebuah buku pantas untuk mendapatkan sambutan dari pembaca atau tidak.
2. Resensi buku bertujuan untuk mendapat bimbingan dari penulis mengenai buku yang pantas dibaca.
3. Resensi buku bertujuan untuk mendapatkan informasi maupun pemahaman yang menyeluruh tentang apa yang terlihat dan yang diungkap dalam sebuah buku.

C. Ciri - Ciri

Ciri - ciri dari sebuah resensi yang baik adalah sebagai berikut :

1. Adanya judul resensi.
2. Adanya identitas buku.
3. Sinopsis atau ulasan buku.
4. Penjelasan kelemahan buku.
5. Penjelasan kelebihan buku.

D. Struktur

1. Judul. Judul dalam resensi sebaiknya berupa frasa maupun klausa, hal tersebut dimaksudkan agar pembaca tertarik untuk mengetahui isi sebenarnya dari buku tersebut.
2. Identitas buku. Identitas buku yang dicantumkan dapat meliputi judul buku, nama pengarang, penerbit, tahun terbit, kota terbit, ukuran buku dan jumlah halaman.
3. Sampul buku. Tujuan dicantumkannya sampul buku adalah agar pembaca dapat menemukan buku yang dibahas dengan mudah. Sampul buku yang dicantumkan merupakan sampul buku yang di scan.
4. Pembuka buku. Pembuka buku berisi uraian pembuka resensi, bagian ini dibuat semenarik mungkin agar membuat pembaca tertarik.
5. Nilai - nilai buku. Berisi tentang gambaran umum dari buku tersebut. 
6. Kelebihan dan kelemahan. Kelebihan dan kelemahan dapat dinilai dengan berdasarkan pada unsur ntrinsik dari buku.
7. Ringkasan buku. Ringkasan buku disesuaikan dengan alur yang dibangun oleh penulis buku.
8. Penutup.

E. Jenis - Jenis

1. Informatif. Resensi disampaikan secara singkat dan umum.
2. Deskriptif. Resensi yang mengulas secara detail pada setiap bagian bab nya.
3 Kritis. Resensi yang mengulas detail buku menggunakan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi resensi biasanya objektif dan kritis.

F. Manfaat 

1. Memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya dan mempengaruhi mereka atas karya tersebut.
2. Sebagai sarana promosi buku.
3. Sebagai pengembangan kreativitas.

Sekian pembahasan mengenai identifikasi resensi dari saya, semoga bermanfaat.

*****
Penulis : Athiyya Dinda Takhira