Minggu, 12 April 2020

Menanam Tanaman Dapur Hidup

Kebanyakan dari kita hanya mencari cara mudah untuk mendapat bahan - bahan masakan dengan cara membelinya dari tukang sayur atau dari pasar. Namun kita bisa juga mendapatkan beberapa bahan - bahan tersebut tanpa harus keluar rumah, yaitu dengan cara menanam tanaman dapur.



Alat dan Bahan :
  • Daun bawang atau seledri
  • Pot kecil 2 buah
  • Sekop kecil
  • Tanah secukupnya
  • Gelas dan air


Cara Membuat :
1. Potong daun bawang atau seledri. Sisakan pangkal nya sekitar 5cm untuk di tanam.



2. Masukkan pangkal daun bawang atau seledri ke gelas berisi air sekitar 30ml, agar tanaman tetap segar dan tidak busuk.


3. Masukkan tanah secukupnya kedalam pot yang sudah disediakan.


4. Masukkan daun bawang atau seledri ke dalam tanah, pastikan akarnya tertutupi oleh tanah.


5. Taruh pot di tempat yang disinari matahari, jangan lupa siram setiap hari.


Semoga bermanfaat :)

*****

By : Athiyya Dinda. T

Jumat, 03 April 2020

Cara Membuat Hand Sanitizer Daun Sirih


Semoga bermanfaat :)

******
By : Athiyya Dinda. T

Analisis Contoh Resensi


Perhatikan resensi berikut!
Kisah Jurnalis di Balik Berita
Judul : Jurnalis Berkisah
Penulis : Yus Aryanto
Penerbit : Metagraf
Tahun : 2012
Tebal :227 halaman
Harga : Rp. 47.000

Wartawan adalah profesi yang memiliki risiko tinggi. Intimidasi serta ancaman kekerasan adalah hal yang mengintipnya setiap saat. Hanya idealisme dan keterpanggilan yang membuat seorang juru berita bertahan dengan profesi itu. Menjabarkan semua itu dalam sebuah manuskrip yang teoritis hanya akan menghasilkan sebuah pemahaman yang kering. Berbeda jika hal itu dideskripsikan ataupun dituturkan si juru berita.

Itulah yang membuat buku ini menarik disimak sebagai sebuah teks yang menggambarkan mozaik kecil jagat jurnalistik, khususnya di Indonesia. Dari sini pembaca tidak hanya mencerap ikhwal kerja jurnalistik, melainkan juga berbagai dinamika yang terjadi di dalamnya.
Buku yang menceritakan kembali pengalaman para wartawan memang bukan barang baru. Seperti dikutip dalam pengantar buku ini, pernah terbit buku Jagat Wartawan Indonesia yang ditulis oleh Soebagijo IN di tahun 1980-an. Pernah juga terbit Pistol dan Pembalut Wanita yang merupakan antologi pengalaman wartawan media cetak yang bertugas di Bandung di tahun 2007.

Namun yang membedakan Jurnalis Berkisah dengan buku-buku tersebut ialah disertakannya satu ataupun dua "kasus", berkenaan dengan profesi yang mereka jalani, inilah yang membuat cerita mengenai para wartawan ini semakin bemas. Misalnya saja Mauluddin Anwar yang terbang ke Lebanon untuk meliputi perang yang terjadi di Beirut. Petikan kisah mereka saat berada di medan pertempuran akan menjadi hal menarik tersendiri bagi pembaca.

Memakai sudut pandang para wartawan dari berbagai jenis media, buku ini bagaikan sebuah representasi dunia media. Lihat saja, di dalamnya ada penuturan Najwa Shihab yang mewakili televisi berita, Telni Rusmitantri yang bergelut di tabloid hiburan, Tosca Santoso yang malang melintang di jurnalisme radio, Erwin Arnada yang pernah memimpin Playboy Indonesia, ataupun Linda Christanty yang membangun sindikasi Aceh News Service.
Satu hal yang mengikat kesepuluh jurnalis dalam buku ini, yakni kesetiaan pada profesi dan kebenaran. Memang ada petikan kisah-kisah heroik dari para wartawan tersebut. Namun itu bukan titik sentral, namun sebagai pintu masuk pada persoalan yang lebih besar.

Memang, juru berita adalah manusia biasa. Mereka memiliki ketakutan, mereka sempat gentar, pernah terpojokkan. Sebut saja kutipan kisah Linda Christanty yang sempat merasa ragu ketika mendapat tawaran untuk tinggal di Aceh. Memang, Aceh sebagai medan konflik bukanlah tempat yang dimimpikan banyak orang. Tapi toh semua itu ditepisnya. Kepedulianlah yang membawanya terbang ke Aceh.

Benar saja, ketika tiba di Serambi Mekkah, banyak hal yang dapat dilakukan oleh Linda. Memberikan penyadaran melalui berbagai medium adalah hal yang diupayakannya. Termasuk memberdayakan banyak orang muda untuk berbuat lebih banyak bagi Aceh lewat dunia jurnalistik.
Lewat buku ini pembaca tidak hanya akan menjumpai romantisme dunia jurnalistik, melainkan kompleksnya dunia jurnalistik terutama ketika ia berbenturan dengan berbagai kepentingan. Di sini neralitas dan keberpihakan harus mencari bentuknya kembali.

Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan resensi tersebut!

1. Tunjukkan bagian dari resensi yang mengulas kelebihan buku!

 Kelebihan nya terdapat pada kalimat "Itulah yang membuat buku ini menarik disimak sebagai sebuah teks yang menggambarkan mozaik kecil jagat jurnalistik, khususnya di Indonesia. Dari sini pembaca tidak hanya mencerap ikhwal kerja jurnalistik, melainkan juga berbagai dinamika yang terjadi di dalamnya."

2. Tunjukkan bagian dari resensi yang mengulas kekurangan buku!

Kekurangan buku tersebut terdapat pada kalimat "Menjabarkan semua itu dalam sebuah manuskrip yang teoritis hanya akan menghasilkan sebuah pemahaman yang kering. Berbeda jika hal itu dideskripsikan ataupun dituturkan si juru berita."

3. Tunjukkan bagian yang mengulas mengenai identitas buku ! 

Identitas buku tersebut, yaitu :

Judul : Jurnalis Berkisah
Penulis : Yus Aryanto
Penerbit : Metagraf
Tahun : 2012
Tebal :227 halaman
Harga : Rp. 47.000

4. Menurut anda, sebagai remaja sekaligus pelajar, layakkah buku tersebut dibaca? Berikan alasan anda!

Menurut saya sebagai seorang pelajar, ya buku ini layak untuk dibaca. Sebab buku ini memperkenalkan para pembaca mengenai dunia jurnalis sehingga para pembaca dapat mengetahui isinya serta ilmu yang di dapat hingga bermanfaat untuk masa depan.

5. Tunjukkan kelebihan tulisan pengarang dari resensi tersebut!

 Kelebihannya yaitu menggunakan bahasa yang baku serta menggunakan sudut pandang seorang jurnalis.